The Whole Church Sings: Congregational Singing in Luther’s Wittenberg

Main Article Content

Alfonco Exaudi Purba

Abstract

Resensi ini membahas buku The Whole Church Sings: Congregational Singing in Luther’s Wittenberg karya Robin A. Leaver. Buku ini mengkaji perkembangan nyanyian jemaat pada masa Reformasi Lutheran di Wittenberg dan menegaskan bahwa Reformasi tidak hanya berkembang melalui khotbah dan tulisan teologis, tetapi juga melalui himne serta partisipasi jemaat dalam ibadah. Dengan menggunakan pendekatan historis berdasarkan sumber-sumber primer, Leaver menjelaskan perkembangan hymnologi Lutheran, reformasi liturgi, nyanyian vernakular, dan penerbitan himnal Lutheran awal. Ia menekankan bahwa nyanyian jemaat menjadi sarana penting dalam pengajaran doktrin Kristen dan pembentukan identitas Lutheran. Resensi ini mengevaluasi kelebihan buku tersebut, terutama dalam penggunaan dokumentasi historis yang kaya dan kontribusinya terhadap studi liturgi serta musik gereja. Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti fokus yang terlalu kuat pada konteks Wittenberg dan terbatasnya perspektif sosial maupun musikologis. Meskipun demikian, karya ini tetap sangat relevan bagi gereja masa kini karena mengingatkan komunitas Kristen bahwa nyanyian jemaat seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan musikal, tetapi juga sebagai ekspresi iman yang bersifat teologis dan komunal. Oleh sebab itu, buku ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi studi teologi, sejarah gereja, dan ibadah kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Book Reviews

How to Cite

The Whole Church Sings: Congregational Singing in Luther’s Wittenberg. (2026). TRANSFORMATIO: Jurnal Teologi, Pendidikan, Dan Misi Integral , 3(2). https://doi.org/10.61719/Transformatio.R2632.013

References

Robin A. Leaver. The Whole Church Sings : Congregational Singing in Luther’s Wittenberg. William B. Eerdmans Publishing Company, 2017.

Tambunan, Novenrik. “Nyanyian Jemaat Sebagai Upaya Menghadirkan Eklesiologi Yang Komunikatif.” Jurnal Teologi Cultivation 6, no. 1 (2022): 23–42. https://doi.org/10.46965/jtc.v6i1.1193.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5